3 Langkah Jitu Hijrah dari Karyawan Menjadi Agen Asuransi

gambar karyawanSetiap orang pasti mengenal dan mengalami siklus hidup manusia. Bermula dari saat manusia itu lahir, beranjak menjadi anak-anak lalu kemudian dewasa. Setelah dewasa manusia akan merasakan pengalaman bekerja, memiliki penghasilan, menikah, punya keturunan, mengalami masa pensiun dan akhirnya tua. Setiap orang di dunia ini rata-rata akan mengalami siklus hidup itu.

Dari sisi financial siklus hidup manusia dibagi 2 periode, yakni Periode Tidak Berpenghasilan yakni kisaran usia 0 hingga rata-rata 20 tahun dan 60 sampai 80 tahun. 20 tahun pertama orang hidup dengan orang tua atau keluarganya, sekolah hingga lulus kuliah. Untuk yang 60 tahun terakhir adalah masa dimana manusia memasuki masa pension dan sebagian besar tidak produktif. Fase kedua adalah Periode Memiliki Penghasilan. Fase ini berkisar antara usia 20 tahun hingga 60 tahun. Kurang lebih 40 tahun manusia memiliki masa produktif untuk menghasilkan, berkeluarga, mengumpulkan harta dan lain sebagainya.

siklus-hidup-manusia

Sumber gambar : https://nugrohoahadi.wordpress.com/2016/10/21/asuransi-jiwa-keinginan-atau-kebutuhan/

Pada masa usia produktif inilah orang biasanya bekerja untuk memperoleh penghasilan. Di Indonesia sebagian besar masyarakat usia produktif bekerja dengan cara menjadi pegawai di perusahaan orang lain. Entah itu perusahaan pribadi, BUMN, PNS, PMA, baik skala kecil maupun besar. Semuanya berlomba-lomba untuk memperoleh penghasilan dan berkarier. Tapi tahukan Anda bahwa karakteristik seorang pekerja itu sebagian besar harus memfokuskan sebagian besar waktunya untuk bekerja. Saya akan rincikan karakteristik seorang pekerja, yakni :

  1. Waktu bekerja tidak fleksibel. Pekerja harus mengikuti aturan jam kerja selama 8 jam sehari atau 40 jam seminggu menurut aturan Depnaker. Pekerja harus merelakan waktu berangkat pagi pulang petang hingga malam untuk datang ke kantor dan bekerja.
  2. Penghasilan seorang karyawan dilevel mana saja terbatas. Artinya perusahaan akan memberikan gaji baik berupa cash maupun tunjangan lainnya sesuai dengan aturan dan kapabilitas karyawan yang bersangkutan.
  3. Job description yang diberikan kepada seorang karyawan biasanya lebih banyak dibandingkan kemampuannya. Disitu karyawan diberi kesempatan untuk belajar dan menggali ilmu tentang pekerjaan yang diberikan tetapi ilmu yang diserap biasanya tidak banyak. Untuk mengembangkan karier biasanya perlu pelatihan diluar jam kerja yang membutuhkan biaya tidak sedikit.
  4. Kenaikan jabatan untuk seorang karyawan biasanya ditentukan oleh jam terbang karyawan tersebut, sehingga untuk meraih posisi puncak butuh waktu yang sangat lama. Bahkan jika perusahaan hanya mengandalkan karyawan referensi maka akan sulit bagi karyawan yang diseleksi tanpa referensi orang dalam untuk mengembangkan karier di perusahaan tersebut.

Dari 4 karakter diatas ternyata berbanding terbalik dengan pekerjaan sebagai seorang agen asuransi. Agen asuransi bermitra dengan perusahaan asuransi dimana dia terdaftar. Salah satunya adalah agen asuransi di ASN Allianz. Kami bermitra dengan perusahaan Allianz yang notabene sudah berpengalaman lama untuk memberikan proteksi baik jiwa, kesehatan, maupun umum. Saat menjadi agen asuransi disinilah karakteristiknya akan berbeda.

  1. Waktu bekerja bisa diatur. Anda tidak harus datang ke kantor setiap hari atau sesuai jam kerja. Waktu bekerja kita adalah 24 jam dan bisa diatur sesuai kebutuhan.
  2. Penghasilan seorang agen asuransi tidak terbatas. Secara nominal bisa melebihi gaji seorang karyawan untuk tahap agen pemula. Hal itu disebabkan karena kerja seorang agen di ASN Allianz didukung oleh system bisnis yang sudah handal dan didesain mudah untuk dicapai oleh seorang agen asuransi. Walaupun agen ASN Allianz tidak memiliki gaji tetap yakni hanya berupa komisi, tetapi besarannya bisa lebih besar gaji karyawan.
  3. Job seorang agen asuransi di ASN Allianz hanya 2 yakni selling dan recruiting. Selling artinya menjual produk asuransi yang ada di Allianz sedangkan recruiting adalah merekrut agen baru untuk bisa seperti Anda dan berjualan.
  4. Kenaikan jabatan di bisnis ASN Allianz sangat mudah karena hanya dua tingkat yakni Business Executive (BE) dan Business Partner (BP). Saat anda sudah diposisi BP Anda adalah leader yang tugasnya merekrut agen baru.

Dari penjabaran diatas jadi seorang agen asuransi di ASN Allianz cukup mudah dan memiliki nilai lebih jika dibandingkan hanya sebagai seorang karyawan. Jika Anda saat ini adalah seorang karyawan dan Anda berniat untuk hijrah menjadi seorang Agen asuransi ambilah keputusan yang tepat dan jangan terburu-buru. Apalagi jika Anda adalah seorang pencari nafkah dan sudah berkeluarga. Ada 3 langkah jitu yang bisa jadi pilihan Anda untuk bergeser dari seorang karyawan menjadi seorang Agen asuransi. Berikut saya jelaskan

  1. Tahap Penetrasi

Pada tahap awal ini Anda usahakan mengenal berbagai jenis pilihan menjadi agen asuransi. Banyak pilihan perusahaan asuransi yang bisa anda ambil untuk menjadi kendaraan Anda hijrah dari seorang pekerja. Salah satunya adalah ASN Allianz. Kenali system bisnisnya apakah mudah untuk dijalankan oleh Anda, bagaimana kompensasi yang didapat, dan pelajari produk yang harus dijual. Pada saat Anda sudah memilih ASN Allianz, maka Anda saat itu daftarlah menjadi agennya, dapatkan lisensinya, pelajari system dan produk yang harus Anda jual. Usahakan pada tahap penetrasi ini Anda sudah bisa berproduksi dan menghasilkan penjualan. Untuk tahap penetrasi ini jangka waktunya setiap orang pasti berbeda, tapi lakukanlah kegiatan di tahap ini maksimal 1 tahun. Lebih cepat lebih bagus.

  1. Tahap Pengambilan Keputusan

Pada tahap ini Anda sudah mulai yakin bahwa menjadi seorang agen asuransi merupakan kendaraan yang tepat untuk hijrah. Ditahap ini kegiatan prospek Anda semakin rutin dan menjadi fokus perhatian terpenting Anda dalam berkarier selain bekerja. Memang pada tahap ini pekerjaan Anda di kantor akan sedikit terganggu tapi yakinlah bahwa pekerjaan di asuransi lebih menjanjikan dibanding di kantor.

Anda harus sudah dapat mengambil keputusan untuk memilih salah satu pekerjaan yang tepat. Jangan terlalu lama mengambil keputusan karena deadline pekerjaan Anda baik di kantor ataupun di asuransi akan semakin padat.

Penghasilan dari usaha Anda di asuransi harus sudah dapat membantu penghasilan utama Anda di kantor. Atur kondisi keuangan Anda dengan pola yang sesuai. Contoh pola yang bisa dipilih adalah 30-3-1-1. Artinya sisihkan 30% komisi yang didapat dari usaha menjadi agen untuk biaya operasional Anda di asuransi. Jangan habiskan semua untuk keperluan pribadi atau sebaliknya. Simpanlah dana cadangan sebesar minimal 3 kali lipat dari gaji bulanan Anda untuk menghidupi Anda dan keluarga saat sudah tidak bekerja di kantor dan menjadi agen asuransi. Jika Anda adalah mengguna kartu kredit, tutuplah kartu kredit Anda dan sisakan 1 saja dengan limit paling kecil saat hijrah menjadi agen asuransi. Kartu kredit ini bisa Anda gunakan untuk membayar biaya rutin bulanan Anda seperti tagihan telepon, air, listrik, ataupun belanja bulanan Anda. Jadi pada saat Anda membayar iuran rutin bulanan itu sudah sekaligus membayar tagihan kartu kredit Anda. Jika Anda sudah terlanjut memiliki hutang jangka panjang, seperti KPR, leasing kendaraan, KTA, ataupun arisan jangka panjang, maka disarankan ditutup dan usahakan hanya minimal 1 hutang saja atau jika perlu tanpa hutang jangka panjang. Hal itu bertujuan agar komisi dari agen asuransi tidak habis untuk membiayai hutang.

Usahakan pada tahap ini Anda sudah memilih 1 pekerjaan yakni agen asuransi dan melakukan overhandle pekerjaan di kantor dengan baik. Jangan kabur atau meninggalkan pekerjaan di kantor dengan tiba-tiba sehingga nama baik Anda menjadi kurang bagus. Dan terakhir adalah kantongi izin dari keluarga Anda saat memilih hijrah menjadi agen asuransi.

  1. Tahap Tinggal Landas

Pada tahap ini Anda sudah resmi menjadi agen asuransi dan fokus fulltime di industri ini. Biasanya untuk karyawan yang sudah lama bekerja di perusahaan akan mengalami stress kegiatan harian karena tidak terbiasa low session. Maka dari itu isilah hari-hari Anda dengan memperbanyak aktifitas agen mulai dari mengikuti training, meningkatkan kemampuan sales, kanvasing, maintenance nasabah lama yang sudah terbentuk. Minta mentoring kepada leader Anda untuk tetap jalankan bisnis asuransi. Selain itu Anda juga bisa sharing dengan agen yang sudah sukses ataupun tim agen untuk mengasah kemampuan Anda.

Dengan demikian saat Anda ingin hijrah dari seorang karyawan, Anda bisa lakukan tahap demi tahap diatas supaya Anda bisa lebih tenang dalam menghadapi kondisi peralihan dari pekerja menjadi seorang agen asuransi. Kondisi dan tahapan dari setiap orang berbeda-beda. Disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Jika Anda ingin berkonsultasi gratis mengenai cara hijrah dari karyawan menjadi agen asuransi, silahkan hubungi saya dengan kontak dibawah ini :

Nama : Asep Suryadi (Business Executive ASN Allianz)

HP/WA : 0856 7163 133

Email : kangasep06@gmail.com

 

Iklan

Ini yang saya tawarkan…

Hallo… Salam Sejahtera untuk anda semua.. terima kasih telah mengunjungi Blog https://duniaproteksi.wordpress.com Ini yang ingin saya tawarkan kepada Anda melalui Blog ini …

Apakah anda sedang mencari asuransi? Jika ya, asuransi apa yang anda cari? Semoga informasi berikut ini dapat menjadi solusi atas kebutuhan asuransi anda.

 

No Asuransi yang Dicari Produk atau Cara yang Disarankan
1 Asuransi Jiwa Tapro Allisya Protection Plus
2 Asuransi Kesehatan Rawat Inap Cashless 1. Rider HSC+ pada Tapro Allisya Protection Plus2. Allisya Care

3. Maxi Violet

4. Smartmed Premier

3 Asuransi Penyakit Kritis 1. Rider CI+ pada Tapro Allisya Protection Plus2. Rider CI100 pada Tapro Allisya Protection Plus
4 Asuransi Kecelakaan dan Cacat Tetap 1. Rider ADDB pada Tapro Allisya Protection Plus2. Rider TPD pada Tapro Allisya Protection Plus

3. Personal Care

5 Santunan Harian Rawat Inap Rider Flexicare Family pada Tapro Allisya Protection Plus
6 Asuransi yang lengkap: Asuransi jiwa, rawat inap cashless, penyakit kritis, kecelakaan dan cacat tetap, santunan harian, dan bebas premi Tapro Allisya Protection Plus, tambahkan rider:1. HSC+

2. CI+ atau  CI100

3. ADDB

4. TPD

5. Flexicare Family

6. Payor benefit

7 Asuransi Rawa Jalan JKN-BPJS, atau siapkan dana darurat, atau Rider Rawat Jalan pada Produk Allisya Care, Maxi Violet, Smartmed Premier.
8 Asuransi Rawat Gigi JKN-BPJS, atau siapkan dana darurat, atau rider Rawat Gigi pada produk Allisya Care, Maxi Violet, Smartmed Premier.
9 Asuransi Melahirkan JK-BPJS , menabung, atau rider Melahirkan pada produk Allisya Care, Maxi Violet, Smartmed Premier.
10 Asuransi Pendidikan Bukan ranah asuransi. Sebaiknya investasi saja. Pada saat yang sama, orang tua punya asuransi jiwa.
11 Asuransi Pensiun Bukan ranah asuransi. Sebaiknya investasi saja.

Tabel Tes Medis 2017: Tanpa Tes Kesehatan hingga UP 2,5M

Terhitung mulai tanggal 18 September 2017, Allianz Life Indonesia menerapkan tabel tes medis baru untuk pengajuan asuransi jiwa individu. Dengan tabel baru ini, batas tanpa tes medis mengalami kenaikan dari sebelumnya 2M menjadi 2,5M untuk usia 18 sd 45 tahun.

taproKetentuan ini berlaku untuk calon nasabah yang sehat tanpa riwayat sakit, yang dinyatakan melalui jawaban pertanyaan di SPAJ (Surat Permohonan Asuransi Jiwa). Jika ada riwayat sakit, tetap ada kemungkinan diminta tes medis berapa pun UP yang diambilnya.

Kenaikan batasan non-medical test ini tentunya akan semakin memudahkan para nasabah maupun calon nasabah untuk memperoleh uang pertanggungan yang besar di Allianz. Aturan ini berlaku baik untuk produk syariah maupun konvensional, dan penghitungan UP untuk keduanya dipisah.

Selengkapnya tabel tes medis terbaru bisa dilihat di tabel di bawah:

Tabel Tes Medis untuk Dewasa (Usia 18-70 Tahun)

 

Tabel tes medis 2017 1

 

Tabel Tes Medis untuk Anak (Usia 0-17 Tahun)

Tabel tes medis anak

Keterangan dan Rincian Tipe Tes Medis

Tabel tes medis keterangan

Catatan

  • Ketentuan pada tabel di atas berlaku mulai 18 September 2017.
  • Karena sekarang UP penyakit kritis bisa lebih besar dari UP jiwa, maka penentuan tes medis dilihat berdasarkan total UP jiwa atau total UP penyakit kritis, mana yang lebih besar.
  • Total UP jiwa mencakup: Asuransi dasar/total Payor (mana yang lebih besar) + Term Life.
  • Total UP penyakit kritis mencakup: CI Plus + UP CI100 + CI Accelerated.
  • Status NM (Non-Medical) di hanya didasarkan pada uang pertanggungan dan usia, dan belum memperhitungkan kondisi kesehatan calon nasabah.
  • Calon nasabah yang memiliki riwayat sakit (misal: pernah rawat inap, pernah operasi, punya asam urat, punya riwayat diabetes, dll), ada kemungkinan dikenakan tes medis tanpa melihat usia dan besarnya uang pertanggungan, untuk mengetahui kondisi kesehatan terbaru.
  • Pemeriksaan kesehatan dilakukan di RS atau klinik yang bekerja sama dengan Allianz. Biaya pemeriksaan ditanggung Allianz, kecuali untuk pemulihan polis atau pengajuan ulang.
  • Calon peserta yang melakukan tes darah (Tipe B, C, D, E) diharuskan puasa minimal 10 jam sebelumnya (tidak makan apa pun kira-kira mulai pukul 10 malam), boleh minum air putih.
  • Uang pertanggungan dari polis-polis sebelumnya yang belum melewati masa 2 tahun dihitung dalam penentuan tes medis. Sedangkan jika telah melewati usia 2 tahun tidak dihitung lagi.

Bagaimana Cara Klaim antara BPJS dan Asuransi Swasta

Dalam meningkatkan pelayanan untuk penanganan kesehatan terhadap masyarakat Indonesia, perusahaan asuransi swasta di Indonesia dan BPJS telah bekerja sama dengan menggunakan mekanisme CoB atau coordination of benefit.

CoB diciptakan agar tidak terjadi duplikasi pembayaran atas klaim peserta atas dua lembaga asuransi ini. Mekanismenya adalah ketika BPJS berperan sebagai pembayar klaim utama, maka asuransi komersial akan menjadi sekunder atau penunjang dalam hal pembayaran. Jadi ketika ada sebuah klaim dari peserta, BPJS akan membayar klaim dengan jumlah besaran tertentu dan asuransi kesehatan yang akan mengurus sisa pembayarannya.

Namun sebagai catatan, untuk besaran biaya yang akan ditanggung oleh asuransi komersial haruslah disesuaikan terlebih dahulu dengan kondisi rumah sakit yang terkait. Jika RS yang melayani peserta adalah RS swasta maka jumlah biaya yang harus dibayarkan setidaknya 3x lipat dari tarif kapitasi. Dikarenakan kebanyakan RS swasta tidak memperoleh subsidi dari pemerintah. Oleh karena itu adalah normal jika ada besaran yang digunakan sebagai acuan untuk membayar klaim kepada RS swasta yang melayani peserta BPJS dengan mekanisme CoB.

Dalam program CoB ini, perusahaan asuransi kesehatan swasa mengajak RS atau fasilitas pelayanan kesehatan yang lain untuk mau bernegosiasi atas besaran biaya klaim tersebut agar yang tadinya besaran biaya klaim sebesar 3x lipat biaya kapitasi menjadi hanya 2x lipat. Keuntungan yang didapat dari mekanisme CoB adalah asuransi komersial dapat menurunkan biaya yang ditawarkan dari RS swasta kepada peserta. Karena sebagian dari biayanya telah ditanggung oleh BPJS.

Pada Perpres No. 111 Tahun 2013 tercantum mengenai peraturan pelaksanaan BPJS Kesehatan terkait CoB dalam regulasinya BPJS melakukan CoB dengan jaminan sosial kecelakaan kerja dan lalu lintas. Kemudian, untuk fasilitas kesehatan yang tidak bekerjasama dengan BPJS maka penjaminannya akan disepakati secara bersama.

Namun ada kekurangan dalam mekanisme CoB ini adalah ketika banyaknya peserta yang nantinya akan menggunakan CoB ini apakah RS baik dari pemerintah maupun swasta dapat menyanggupi fasilitas yang harus disediakan seperti ruang perawatan?  Karena fokus dari mekanisme ini adalah naiknya kelas perawatan dari peserta kelas satu menjadi VIP. Jadi ketika RS tidak mampu lagi menyediakan ruang perawatan untuk kelas VIP itu artinya peserta CoB tidak dapat memperoleh manfaat yang diharapkan dan berpontensi terhadap penurunan kualitas pada pelayanan kesehatan yang diberikan.

Hal lainnya adalah apakah nantinya setiap RS mengerti mekanisme pembayaran INA-CBGs. Karena selama ini RS swasta biasanya menggunakan mekanisme pembayaran untuk setiap tindakan atau fee for service. Oleh sebab itu dibutuhkan acuan yang tepat agar RS dapat menghitung besaran biaya CoB dalam penyelenggaraan BPJS kesehatan.

Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai asuransi komersial yang terbaik, silahkan hubungi kontak dibawah ini :

Asep Suryadi (Business Executive)

HP/WA : 0856 7163 133/081318616490

Email : kangasep06@yahoo.co.id

Sedia Payung Sebelum Hujan, Sedia Proteksi Sebelum Kejadian

Seberapa kuat jenis pertahanan yang dimiliki seseorang akan memproteksi dirinya dari segala risiko, karena musibah dapat datang kapan dan di mana saja, bahkan disebakan oleh siapa saja, tanpa mengenal Anda sudah siap atau belum.

Oleh karenanya, dibutuhkan perlindungan tidak hanya sebelum terjadinya musibah, melainkan juga setelah munculnya hal tersebut. Lantas apa yang dapat digunakan sebagai ‘benteng’ sebelum dan sesudah musibah datang melanda? Jawaban pastinya adalah dengan memiliki polis asuransi.

Kenapa asuransi? Karena asuransi adalah proteksi kepada segala risiko finansial yang dapat menimpa seseorang kapan dan di mana saja. Dengan memiliki suatu produk asuransi, maka setidaknya orang yang bersangkutan tidak akan bingung apabila dihadapkan pada masalah baru yaitu pembengkakan materi atau biaya yang harus dikeluarkan.

Memang  ada kalanya apabila Anda adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan besar dan mendapatkan perlindungan asuransi jiwa, maka risiko pelimpahan hanya akan berkutat pada masalah kematian dan jiwa saja, bagaimana ketika Anda mengalami sakit yang harus mendapatkan perawatan di rumah sakit dan Anda tidak memiliki proteksi finansial akan hal itu, maka dapat dipastikan sisi keuangan Anda akan jebol, bukan?

Oleh karenanya, jangan hanya terpaku pada fasilitas asuransi yang diberikan oleh perusahaan saja, melainkan juga memiliki sisi proteksi yang dipunyai sendiri. Setidaknya Anda dapat mendapatkan perlindungan baik ketika masih hidup atau juga ketika terjadi risiko meninggal, dengan memiliki beragam produk asuransi untuk diri sendiri.

Memang menjadi satu hal yang wajar apabila Anda memikirkan berapa jumlah premi yang harus ditanggung atau juga uang yang harus dikeluarkan untuk membayar semua perlindungan dari setiap produk asuransi.Namun apakah Anda dapat memprediksi apa yang dapat Anda lakukan setelah terjadinya risiko? Berpikir cermat dan menjadi cerdas adalah diperlukan untuk mengantisipasi setiap risiko yang hadir kapan pun.

Jika Anda membutuhkan saran dan masukan mengenai produk asuransi yang cocok dengan kebutuhan Anda,silahkan hubungi kontak dibawah ini :

Asep Suryadi (Business Executive)

HP/WA : 0856 7163 133/081318616490

Email : kangasep06@yahoo.co.id

Daftar MDRT Allianz Life Indonesia Tahun 2017


Salah satu penghargaan yang paling didambakan agen asuransi adalah MDRT (Million Dollar Round Table). Penghargaan ini bertaraf internasional dan tentunya sangat bergengsi. Konon di dunia ini hanya 1-2% saja agen asuransi yang mampu mencapai MDRT.

Syarat untuk meraih MDRT adalah premi tahun pertama sebesar Rp. 543.480.800 (hitungan tahun 2016). Di atas MDRT, ada gelar COT (Court Of Table) dengan syarat premi tahun pertama Rp. 1.630.442.400 (3 kali syarat MDRT). Di atasnya lagi ada TOT (Top Of Table) dengan syarat premi tahun pertama Rp. 3.260.884.800 (6 kali syarat MDRT). Semua itu merupakan penjualan pribadi dan dihitung dari first year collected premium (premi tahun pertama yang terkumpul).

MDRT berbeda dengan MDIT (Million Dollar Income Team) yang menunjukkan penghasilan minimal 1 miliar per tahun. Gelar MDRT berlaku di semua perusahaan asuransi di seluruh dunia, bahkan lembaga keuangan lainnya. Sedangkan gelar MDIT hanya berlaku di Allianz Life Indonesia.

Di Allianz Life Indonesia, berdasarkan pengumpulan premi pada tahun 2016, ada 167 agen yang meraih gelar MDRT, di mana 4 di antaranya merupakan COT. Daftar MDRT diumumkan di harian Kompas tanggal 21 April 2017.

MDRT 2017

Selengkapnya daftar MDRT Allianz Life Indonesia 2017 bisa dilihat di bawah ini:

No Nama Domisili Pencapaian
  COT (Court Of Table)    
1 Beriman Sinaga Jakarta MDRT (2), COT (4), TOT (5), Life member
2 Indrarini Adhipurna Jakarta MDRT (3), COT (1)
3 Tien-Tien Wahono Jakarta MDRT (4), COT (1)
4 Linda Chandra Adi Solo MDRT (7), COT (5), TOT (1), Life member
  MDRT (Million Dollar Round Table)    
5 Abdul Aziz Jakarta MDRT (1)
6 Agnes Surjadi Jakarta MDRT (8), COT (1)
7 Ahong Medan MDRT (1)
8 Alexander Agus Tedja Kesuma Surabaya MDRT (7), COT (1)
9 Anda Dewi Yuristiati Solo MDRT (5)
10 Andrew Jakarta MDRT (3)
11 Anita Jakarta MDRT (4)
12 Anna Bella Jakarta MDRT (4)
13 Apriliana Jakarta MDRT (1)
14 Ardhy Octavianus S Jakarta MDRT (1)
15 Asri Isnaeni Jakarta MDRT (3)
16 Aswaniranti Amrul Jakarta MDRT (1)
17 Ati Jakarta MDRT (2)
18 Bangbang Suyono Jakarta MDRT (1)
19 Betty Wijaya Padang MDRT (6), COT (2)
20 Bebih Cendrawati Jakarta MDRT (1)
21 Betri Andriani Jakarta MDRT (1)
22 Bong Henny Bandung MDRT (4)
23 Chandra Gunawan Banjarmasin MDRT (1)
24 Christian Sontani Jakarta MDRT (4)
25 Cristine Liman Jakarta MDRT (1)
26 Dasa Warsiki Jakarta MDRT (5)
27 Denny Wijaya Batam MDRT (2), COT (1)
28 Dewi Krisdayanti Medan MDRT (1)
29 Dewi Nayani Jakarta MDRT (1)
30 Dewi Purnama Sari Jakarta MDRT (3)
31 Dian Kurniawan Yogyakarta MDRT (1)
32 Dicky Wijaya Jakarta MDRT (2)
33 Dilly Ester R Jakarta MDRT (3)
34 Djoddy Frol Mongkaren Balikpapan MDRT (3)
35 DR Lenny K Jakarta MDRT (2)
36 Edison Jakarta MDRT (6)
37 Efri Yenti Jakarta MDRT (2)
38 Erin Lukman Jakarta MDRT (3)
39 Ernie Djuari Jakarta MDRT (5)
40 Esra Manurung Jakarta MDRT (9), COT (2), TOT (1), Life member
41 Ester Kiswojo Jakarta MDRT (7)
42 Esther Liliany S   MDRT (4), COT (1)
43 Faryda Aryani S Malang MDRT (4)
44 Fendy Sentoso Medan MDRT (1), COT (1)
45 Fendy Tjandra Jakarta MDRT (2)
46 Fifi Sandora Tanjungpinang MDRT (7)
47 Froriastuty FW Rumengan Surabaya MDRT (5)
48 Freddy Jakarta MDRT (8)
49 Friska L Tobing Jakarta MDRT (1)
50 FX Yusmar Jakarta MDRT (10), New Life member
51 Gede Budiada Denpasar MDRT (2)
52 Gerard Prima Jakarta MDRT (3)
53 Grace Karina P Jakarta MDRT (5)
54 Gracely Fanita RS Jakarta MDRT (2)
55 Hafni Ery Jakarta MDRT (6)
56 Hardjanto Solo MDRT (2)
57 Hartono Jakarta MDRT (6)
58 Helena Virginia G Jakarta MDRT (9)
59 Hemajanti SN Jakarta MDRT (5)
60 Hendry Medan MDRT (5)
61 Hendy Winata Jakarta MDRT (4)
62 Henny Wati Jakarta MDRT (7)
63 Henry Tanzil Medan MDRT (1)
64 Herawati Jakarta MDRT (4)
65 Hertiana Halim Jakarta MDRT (1)
66 Hestia Jakarta MDRT (1)
67 Hidayatus Solicha Jakarta MDRT (5)
68 Ignatius Anthony Spiro Jakarta MDRT (9)
69 Ika Priharti Jakarta MDRT (4)
70 Inge Gunawati Bandung MDRT (1)
71 Irene Angelica Jakarta MDRT (5), COT (1)
72 Iryani Padil Jakarta MDRT (2)
73 Jenny Jakarta MDRT (2)
74 Jony Soedjono Jakarta MDRT (2)
75 Jozephine T Jakarta MDRT (1)
76 K Emilia Jakarta MDRT (3)
77 Kangga Sri W Medan MDRT (1)
78 Kardjadi Bogor MDRT (1)
79 Kelvin Indrawan Jakarta MDRT (1)
80 Kevin Maryono Jakarta MDRT (1)
81 Khoe Jun Tju Jakarta MDRT (10), New Life member
82 Kristawati Sontani Jakarta MDRT (9)
83 Lay Indah Lestari Jakarta MDRT (9)
84 Lenny Jakarta MDRT (3), COT (2)
85 Lenny Anglia Halim Jakarta MDRT (6)
86 Lia Indra Harto Jakarta MDRT (4)
87 Lie Fe Lie Jakarta MDRT (9)
88 Liem Lie Sia Jakarta MDRT (14), COT (5), Life member
89 Lili Denissa S Jakarta MDRT (6)
90 Lily Batam MDRT (7)
91 Lina Tanjungpinang MDRT (3), COT (1)
92 Lina Mokar Jakarta MDRT (7)
93 Linda Herawati Jakarta MDRT (6)
94 Lucia Dewani Soeradji Jakarta MDRT (9)
95 Lucille S Tjitera Jakarta MDRT (2)
96 Madha Lanny Bandarlampung MDRT (7), COT (1)
97 Margayawati Jakarta MDRT (10), COT (1), Life member
98 Maria Santoso Jakarta MDRT (13), Life member
99 Megan Shiuvrina T Jakarta MDRT (8)
100 Meilinda Jauwhanes Makassar MDRT (6)
101 Michael Lesmana T Jakarta MDRT (3)
102 Mieke Jakarta MDRT (1)
103 Monica Boentaran Jakarta MDRT (2)
104 M Niswadi Bandarlampung MDRT (3)
105 Mukti Tamar Jakarta MDRT (2)
106 Nani Endang W Jakarta MDRT (2)
107 Ni Made Widiari Jakarta MDRT (9)
108 Nico Maryono Jakarta MDRT (2)
109 Philip Jakarta MDRT (1)
110 Prasetyo Budi Santoso Jakarta MDRT (2)
111 Qserin Chandra Medan MDRT (3)
112 R Gianto Santosa Solo MDRT (2)
113 Rahel Novelia A Jakarta MDRT (2)
114 Ratna Kusuma Dewi Denpasar MDRT (6)
115 Ratna Mariana RY Jakarta MDRT (7)
116 Refi Inggit Jakarta MDRT (2)
117 Reine Bopha Dewi Malang MDRT (6)
118 Rendy Darmawan Jakarta MDRT (1)
119 Reynilda Rully W Jakarta MDRT (1)
120 Ririn Suhartatik Surabaya MDRT (2)
121 Roben Denpasar MDRT (8)
122 Rudi Medan MDRT (2)
123 Rudy Medan MDRT (1)
124 Saint Nizinsky Medan MDRT (1)
125 Santi Febianti Jakarta MDRT (13), Life member
126 Seksiati Aisyah Jakarta MDRT (5)
127 Shanty Wijaya Jakarta MDRT (5)
128 Shera Carlita Makassar MDRT (3)
129 Shirlay Santosa Jakarta MDRT (9), COT (1)
130 Simon Scorpio Bandung MDRT (7)
131 Sinaga Yandy Jakarta MDRT (4), COT (1)
132 Sinta Kustianti Jakarta MDRT (1)
133 Sri Budi Rahayu Manokwari MDRT (8)
134 Sri Pudji Utami Jakarta MDRT (8)
135 Sri Sutji Rahaju Solo MDRT (2)
136 Stefanus Jerry W Jakarta MDRT (5)
137 Subiakto Batam MDRT (5)
138 Sujun Jakarta MDRT (2)
139 Susanna Jakarta MDRT (1)
140 Susanto Medan MDRT (2)
141 Susanto Chandra Jakarta MDRT (8)
142 Susanto Liem Jakarta MDRT (6)
143 Sutrisno Medan MDRT (2)
144 Sylvia Wira Jakarta MDRT (3)
145 Tjiptawan Halim Denpasar MDRT (2)
146 Tju Budiman Jakarta MDRT (1)
147 Toh Guat Ling Jakarta MDRT (3)
148 Tony Gunawan Jakarta MDRT (5)
149 Tri Ari Novianti Bogor MDRT (6)
150 Trisnaningsih Jakarta MDRT (4)
151 Ummaya Khuzaimah Jakarta MDRT (9)
152 Usman Medan MDRT (1)
153 Vincentius Afen S Tangerang MDRT (6)
154 Vinda Jatiman Jakarta MDRT (1)
155 Widijanti Adhipurna Jakarta MDRT (1)
156 Wie Wie Medan MDRT (5)
157 Winaningsih Wijoto Jakarta MDRT (5)
158 Wong Sandy Surya Jakarta MDRT (9), COT (1), New Life member
159 Yanti Wongso Winoto Denpasar MDRT (2)
160 Yarma Yanet RR Jakarta MDRT (1)
161 YF Irianti Sudarsono Semarang MDRT (2)
162 Yogie Soedira Jakarta MDRT (1)
163 Yoppy Wijaya N Jakarta MDRT (1)
164 Yulia Patricia W Denpasar MDRT (4)
165 Yunita Ivanna Abaa Manokwari MDRT (5)
166 Yunny Megawati Thio Surabaya MDRT (6)
167 Zubaedah Botutihe Manado MDRT (1)
       

Tertarik menjadi MDRT? Jadilah agen asuransi. Dan untuk berkonsultasi mengenai bisnis asuransi di ASN, silakan menghubungi saya:

Asep Suryadi ( Business Executive)

HP/WA 08567163133/081318616490 | Email kangasep06@yahoo.co.id 

Tips Memilih Asuransi Jiwa Yang Tepat

Dengan semakin tinggi gaya hidup dan tingkat ekonomi yang telah dicapai, kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi dalam melindungi keuangan keluarga semakin meningkat. Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan hal tersebut, dan banyaknya perusahaan asuransi jiwa sekarang ini, berbagai pertimbangan dalam memilih asuransi juga semakin bertambah.

Namun beberapa dari Anda mungkin juga mengalami kesulitan mengenai bagaimana memilih asuransi jiwa yang tepat. Berikut berbagai pertimbangan yang dapat Anda lakukan sebelum memilih asuransi jiwa untuk Anda dan keluarga Anda

1. Sesuaikan Dengan Kebutuhan Anda

Sama seperti membeli barang pada umumnya, mengenal dan memastikan akan produk seperti apa yang akan Anda beli menjadi hal utama yang harus Anda ketahui terlebih dahulu. Beberapa perusahaan asuransi biasanya akan menawarkan kepada Anda lebih dari satu produk, oleh karena itu pilihlah produk yang sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, serta tujuan keuangan Anda. Resiko apa saja yang akan tertanggung. Misalnya, biaya pendidikan anak, jaminan hari tua atau penyakit kritis yang mungkin akan dapat terjadi. Pelajari dan bandingkan antara produk asuransi satu dengan produk asuransi yang lainnya, dan sesuaikan dengan kebutuhan Anda.

2. Anggaran

Hal yang paling penting lainnya adalah menyesuaikan anggaran Anda agar tidak mengganggu anggaran untuk kebutuhan lainnya. Pilihlah asuransi kesehatan murni yang preminya relatif lebih rendah dibanding  asuransi plus investasi, jika Anda membutuhkan manfaat asuransi kesehatan yang lengkap namun memiliki anggaran terbatas.  Buatlah anggaran belanja untuk membayar asuransi jiwa Anda. Dalam teori prencanaan keuangan, cara idealnya adalah mengalokasikan pendapatan atau income antara 10%-20%  untuk asuransi.

3. Kredibilitas Perusahaan Asuransi Yang Anda Pilih

Asuransi merupakan perjanjian jangka panjang. Oleh karena itu kredibilitas perusahaan asuransi yang anda pilih, juga menjadi hal ini yang  sangat penting. Pilihlah perusahaan asuransi yang tidak bermasalah dalam hal pengelolaan keuangannya. Memonitor perkembangan dan kinerja atau pengelolannya salah satu cara yang dapat dilakukan. Pastikan apakah perusahaan asuransi yang Anda pilih tidak bermasalah. Anda bisa melihat laporan keuangannya melalui surat kabar, atau media massa lainnnya. Lihat peringkat serta ratingnya. Perhatikan RBC (Risk Based Capital) perusahaan tersebut, apakah telah sesuai ketentuan pemerintah yang minimal 120%. Kenali dengan baik seluk beluk perusahaan yang akan Anda pilih.

4. Pelayanan

Pilihlah asuransi perusahaan asuransi yang  menawarkan pelayan ekstra. Seperti memiliki layanan pelanggan 24 jam. Hal ini  tentu akan membantu Anda nantinya, jika membutuhkan informasi mengenai detail produk asuransi jiwa kapanpun Anda butuhkan. Ketahui juga bagaimana prosedur klaim yang digunakan. Mulai dari persyaratannya sampai dengan berapa lama klaim Anda akan dibayar nantinya. Apakah perusahaan tersebut bekerja sama dengan pihak rumah sakit, sehingga memudahkan nasabah dalam mengajukan klaim, tanpa membayar terlebih dahulu. karena jika tidak, akan merepotkan Anda nantinya.

5. Lakukan Selagi Anda Sehat

Setiap perusahaan asuransi mempunyai kriteria berbeda dalam hal kondisi kesehatan calon pembeli asuransi mereka. Beberapa bahkan ada yang menolak pengajuan asuransi yang diberikan calon klien jika dirasa tidak memenuhi persyaratan mereka. Maka dari itu ada baiknya jika Anda membeli asuransi selagi Anda sehat, hal ini tentu saja berpengaruh terhadap premi yang dibayarkan. Jika dalam kondisi sehat, premi yang dibayarkan akan minimal dibandingkan jika Anda membelinya pada saat sudah sakit. Lakukan sedini mungkin, selagi Anda sehat.

Banyak hal yang bisa menjadi pertimbangan Anda dalam memilih asuransi terbaik. Namun pertimbangkan semuanya dengan cermat, jangan malu bertanya dengan detail segala hal yang tidak Anda mengerti. Pertimbangkan berbagai kelebihan serta kekurangan asuransi yang Anda pilih. Karena sifat asuransi adalah perjanjian jangka panjang maka pilihlah dengan bijak dan sesuai dengan kebutuhan Anda, agar tidak menyesal nantinya dikemudian hari. Satu hal lagi, pastikan asuransi yang Anda pilih tidak hanya melindungi Anda namun juga melindungi keluarga Anda.

Jika Anda ingin berkonsultasi mengenai asuransi jiwa silahkan hubungi :

Asep Suryadi (Business Executive)

HP/WA : 0856 7163 133/0813 186164 90

Email : kangasep06@yahoo.co.id