Yuk Gabung Jadi Agen Allianz Star Network! Ini yang Akan Didapatkan…

agen asuransiTerkadang ada orang bertanya, apa benefit yang diperoleh agen asuransi di ASN? Saya jawab, yang pasti komisi.

Saya tahu bukan itu jawaban yang diinginkan. Ketika orang menanyakan tentang benefit suatu pekerjaan, biasanya yang ada di benaknya adalah semacam tunjangan, fasilitas, bonus, dan asuransi (kesehatan, pensiun). Pertanyaan semacam itu lazimnya ditujukan untuk pekerjaan karyawan, di mana benefit akan menjadi nilai tambah di luar gaji yang diperoleh.

Tapi perlu diingat bahwa menjadi agen asuransi di ASN berarti menjadi pebisnis. Pebisnis atau pengusaha tidak mengharapkan tunjangan dan bonus, karena dialah yang justru memberikan tunjangan dan bonus kepada orang-orang yang bekerja kepadanya.

Memang saat ini masih ada pekerjaan agen asuransi yang sistemnya tidak murni bisnis, antara lain di perusahaan asuransi yang menerapkan sistembranch (cabang, bukan agensi) dan di bancassurance (agen asuransi yang ditempatkan di bank), di mana selain komisi ada fasilitas dan tunjangan hingga bonus dan asuransi. Itu adalah kelebihan dari pekerjaan agen asuransi pada sistem yang tidak murni bisnis. Tapi kekurangannya, potensi penghasilan yang bisa diperoleh pun terbatas.

Setidaknya ada 4 benefit yang bisa diperoleh agen asuransi di Allianz Star Network, yaitu penghasilan,penghargaantrip ke luar negeri, dan aneka kontes. Di luar itu masih banyak benefit lain yang sifatnya nonmateri, seperti pengembangan diri, perluasan jaringan pertemanan, fleksibilitas kerja, hingga kepuasan batin karena telah membantu mencairkan klaim nasabah.

  1. Penghasilan

Sebagai sebuah bisnis, benefit paling utama tentunya adalah penghasilan. Penghasilanlah, yang tergambar melalui marketing plan, yang mestinya menjadi pertimbangan utama ketika anda memasuki sebuah bisnis. Banyak benefit lain bisa anda dapatkan jika penghasilan besar sudah di genggaman.

Jenjang karir di ASN terdiri dari dua level, yaitu BE (Business Executive) dan BP (Business Partner). Syarat dari BE menjadi BP adalah penjualan pribadi 300 juta (premi disetahunkan) dan bisa dicapai dalam hitungan bulan, maksimal 1 tahun. Setelah jadi BP, tugasnya adalah merekrut agen-agen dan mendidik mereka supaya bisa melakukan penjualan pribadi 300 juta. Begitu saja dilakukan setiap tahun sampai jaringan membesar tanpa batas. Potensi penghasilan yang bisa diraih sebanding dengan besarnya jaringan yang bisa dibangun.

Marketing plan ASN menyediakan tiga macam sumber penghasilan.

  1. Komisi. Diperoleh dari penjualan pribadi, baik level BE maupun BP. Besarnya komisi tergantung produk.
  2. Overriding unit. Diperoleh BP dari penjualan pribadi maupun penjualan BE-BE di bawahnya. Overriding unit besarnya setengah dari komisi tahun pertama dan tahun kedua.
  3. Overriding generasi (royalti). Diperoleh BP dari omset BP-BP di bawahnya hingga kedalaman 5 generasi BP. Overriding generasi besarnya seperenam dari komisi tahun pertama dan tahun kedua. Inilah sumber penghasilan pasif yang besar dalam jangka panjang.

Keunggulan dari marketing plan ASN antara lain:

  1. Paling simpel. Jenjang karier hanya dua level, sehingga memudahkan untuk sampai di posisi puncak (BP).
  2. Paling mudah. Syarat naik ke posisi puncak hanya penjualan pribadi 300 juta, tidak perlu merekrut, dan boleh dicapai dalam waktu beberapa bulan hingga maksimal dua tahun.
  3. Paling cepat. Naik ke posisi puncak bisa dicapai dalam hitungan bulan, tidak perlu menunggu sampai akhir tahun.
  4. Paling ringan. Syarat maintenance (pertahankan posisi) puncak juga hanya 300 juta (penjualan unit).
  5. Paling dalam. Overriding generasi atau royalti hingga kedalaman 5 generasi BP.
  6. Paling besar. Nilai overriding generasi seperenam komisi, di tempat lain paling hanya sepersepuluh komisi.

 

  1. Penghargaan

Agen asuransi adalah profesi yang penuh dengan penghargaan, tentunya bagi agen-agen yang berprestasi. Penghargaan paling terkenal adalah MDRT (Million Dollar Round Table), penghargaan level internasional bagi agen yang berhasil mengumpulkan penjualan premi sejumlah tertentu (sekitar 540 jutacollected premium tahun pertama).

Di atas MDRT ada COT (Court of Table) dengan target 3 kali lipat MDRT, dan di atasnya ada TOT (Top of Table) dengan target 6 kali lipat MDRT.

Khusus di ASN, penghargaan paling bergengsi adalah MDIT (Million Dollar Income Team), yaitu penghargaan bagi agen dengan penghasilan minimal 1 miliar per tahun. Level MDIT ditandai dengan jumlah bintang, 1 bintang mewakili penghasilan 1 miliar. Status MDIT lebih prestisius daripada MDRT bahkan TOT sekalipun.

Selain itu, masih ada beberapa penghargaan lagi yang dikeluarkan perusahaan, grup agensi, maupun Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia.

 

  1. Trip ke luar negeri

Semua perusahaan asuransi menyediakan trip ke luar negeri atau dalam negeri bagi agen-agen yang memenuhi syarat. Di ASN setiap tahun ada 3 target trip ke luar negeri, mulai dari negara-negara di kawasan ASEAN, Asia, hingga Eropa-Amerika-Afrika, semakin jauh semakin tinggi targetnya. Sejauh ini belum ada kontes trip dalam negeri di ASN.

Target trip bisa dicapai melalui penjualan pribadi (bagi BE maupun BP) dan omset unit (khusus BP).

 

  1. Aneka Kontes

Selain trip ke luar negeri, selalu ada kontes di bisnis asuransi. Kontes bisa diberikan perusahaan, grup agensi, maupun leader.

Sebagai contoh, sejak tahun 2015 di ASN ada kontes berhadiah iPad dan trip ke luar negeri bagi agen yang mampu mencapai CPC (Consistent Producers Club). Ada juga kontes berhadiah mobil VW Beetle dan Mercedes Benz C Class.

Grup agensi maupun leader pun seringkali memberikan kontes dengan hadiah yang lebih kecil, misalnya trip dalam negeri, nonton bareng, angpau, atau sekadar souvenir.

Semua itu diperlukan untuk menjaga semangat agen, karena agen asuransi adalah profesi yang rentan mengalami penurunan semangat.

 

Tanya Jawab

  • Apakah di ASN ada bonus tahunan atau triwulanan dari penjualan pribadi?Tidak ada. Bonus tahunan yang dulu pernah ada telah dialihkan ke overriding generasi supaya penghasilan pasif makin besar.
  • Apakah di ASN ada bonus perekrutan?Tidak ada. Bonus perekrutan yang dulu pernah ada telah dialihkan ke overriding generasi supaya penghasilan pasif makin besar.
  • Apakah agen ASN memperoleh asuransi kesehatan?Asuransi kesehatan bisa dibeli sendiri ketika sudah memperoleh penghasilan.
  • Apakah agen ASN memperoleh asuransi pensiun?Dana pensiun bisa diperoleh melalui overriding generasi jika jaringan sudah berkembang.
  • Apakah agen ASN memperoleh fasilitas seperti telepon, meja, komputer, kendaraan?Ingat, agen asuransi itu pebisnis, bukan karyawan. Semua fasilitas tsb bisa diperoleh melalui penghasilan. Jadi, fokus saja pada peningkatan penghasilan.
  • Apakah syarat menjadi BP harus merekrut agen? Untuk menjadi BP, syaratnya adalah penjualan pribadi saja dengan ALP 300 juta.
  • Apa itu ALP?ALP singkatan dari Annualized Life Premium atau premi asuransi jiwa yang disetahunkan. Misal premi 1 juta per bulan, berarti ALP-nya 12 juta (dengan catatan 1 juta itu premi dasar semua, top up atau saver dalam unitlink tidak termasuk).
  • Berapa minimal jumlah nasabah yang harus diperoleh untuk menjadi BP?Tidak ada syarat minimal jumlah nasabah, yang penting total ALP mencapai 300 juta. ALP 300 juta adalah setara premi 25 juta per bulan. Jika satu nasabah rata-rata preminya 1 juta per bulan, berarti diperlukan 25 nasabah untuk mencapai ALP 300 juta.
  • Apakah BP masih harus melakukan penjualan pribadi?Tidak harus.Kewajiban BP adalah merekrut agen dan mendidik agen-agen yang direkrutnya agar bisa menjual polis. Tapi jika melakukan penjualan pribadi, itu lebih baik sekaligus memberi contoh untuk agen-agen di jaringannya.
  • Apakah yang dimaksud kedalaman 5 generasi BP?Contoh: Si A seorang BP, dia merekrut B. Si B lalu menjadi BP, dan dia merekrut C. Si C menjadi BP, dan dia merekrut D. Si D menjadi BP, lalu dia merekrut E. Si E menjadi BP, dan dia merekrut F. Si F menjadi BP. Dari struktur ini, si B adalah generasi kesatu dari si A, C generasi kedua, D generasi ketiga, E generasi keempat, dan F adalah generasi kelima dari si A. Jika terjadi penjualan di F, si A mendapatkan overriding generasi alias royalti.
  • Apakah ada syarat untuk mendapatkan overriding generasi dari kedalaman 5 generasi?Ya ada, yaitu harus mempunyai BP generasi 1 sebanyak 5 BP.
  • Apakah BP bisa turun level menjadi BE? BP akan turun level menjadi BE jika tidak memenuhi syarat maintenance (mempertahankan posisi) yaitu penjualan unit sebesar 300 juta. Penjualan unit berarti penjualan pribadi BP dengan BE-BE di bawahnya.
  • Bagaimana caranya menjadi agen asuransi ASN?Mendaftar melalui BP dengan melengkapi persyaratannya. Selengkapnya silahkan hubungi kontak dibawah ini :

         Nama : Asep Suryadi

         No HP/WA : 0856 7163 133/0813 1861 6490

         Email : kangasep06@gmail.com

Iklan

Agen Asuransi Itu Prinsipnya Tetap Berpenghasilan Bukan Berpenghasilan Tetap

agen allianzPada saat saya masih berstatus sebagai pegawai di sebuah perusahaan di daerah Bogor mainset saya adalah bekerja dan terus bekerja. Semua tugas yang diberikan oleh atasan harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan sesuai arahan dari atasan dan bos besar. Tidak heran makanya saya sering merasakan stress dalam bekerja dan kejenuhan yang tiada akhir karena pekerjaan yang diberikan semakin banyak dan harus dikerjakan sesuai deadline.

Imbalan yang saya dapat dari bekerja ini adalah gaji serta tunjangan lain baik berupa uang cash atau fasilitas bukan dalam bentuk tunai yang saya dapatkan. Imbalan yang saya dapatkan ini sifatnya tetap selama saya masih bekerja di perusahaan dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan atasan. Inilah yang saya sebut sebagai penghasilan tetap. Nilai dari imbalan tersebut setiap bulan akan sama sesuai kontrak kerja yang ditandatangani di awal bekerja. Kenaikan biasanya hanya 1 tahun sekali pada saat ada kenaikan UMR daerah dimana perusahaan saya beroperasi. Terkadang nilai imbalan itu belum mencukupi untuk kebutuhan keluarga saya. Secara prinsip ekonomi memang selalu lebih besar pengeluaran dari pada pemasukan. Sehingga saya harus rajin sekali mencari tambahan usaha setiap bulan untuk menutupi semua kebutuhan hidup keluarga.

Lantas bagaimana caranya supaya saya bisa membesarkan penghasilan saya sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang ada? Terkadang terpikir dibenak saya untuk mencari pekerjaan lain yang bisa memberikan imbalan yang lebih besar.

Menurut definisi yang saya ambil dari Wikipedia Penghasilan Tetap diartikan sebagai penghasilan yang sah dan diterima secara teratur setiap bulannya. Penghasilan Tetap adalah jumlah penerimaan dan penghasilan yang sah dan diberikan secara teratur setiap bulannya. Penghasilan Tetap adalah penghasilan yang diterima setiap bulan berupa gaji.

Dari definisi diatas terlihat jelas bahwa imbalan atau gaji yang diterima seorang pegawai sifatnya memang tetap tetapi belum tentu cukup untuk memenuhi kebutuhan kita. Apakah ada cara lain supaya bisa berubah?

Ternyata jadi agen asuransi adalah jawabannya. Menurut saya jadi agen asuransi di Allianz bukan hanya sekedar menjual produk-produk asuransi tetapi juga bisa sambil mengembangkan karier dan kepribadian, mengasah kemampuan kita untuk mampu berkomunikasi dengan orang lain, saling tolong menolong dengan sesama yang membutuhkan, dan yang paling penting adalah mengubah mainset saya dari berpenghasilan tetap menjadi tetap berpenghasilan seumur hidup kita hingga anak cucu kita bisa merasakan benefit keagenan kita. Saya sebut profesi agen asuransi ini adalah profesi abadi karena income yang didapat akan terus mengalir sehingga kita tetap berpenghasilan walaupun usia kita sudah tidak lagi mampu untuk bekerja. Saat kita sudah tiada pun bisnis Allianz masih tetap berjalan dan tidak hilang karena dilanjutkan oleh ahli waris kita yang telah ditunjuk. Untuk penjelasan kelebihan bisnis jadi agen allianz silahkan baca disini.

Maka dari itu bisa ditarik kesimpulan bahwa kita hidup harus dengan cara yang cerdas. Ubahlah mainset hidup kita dalam bekerja yang semula harus berpenghasilan tetap manjadi tetap berpenghasilan. Bagi yang ingin tanya-tanya detail mengenai bisnis jadi agen asuransi silahkan hubungi kontak dibawah ini :

Nama : Asep Suryadi

No HP/WA : 0856 7163 133/0813 1861 6490

Email : kangasep06@gmail.com

Jangan Lagi Mengakali System BPJS

IGDApakah Anda pernah mendengar cerita orang yang bisa mendapat perawatan dengan fasilitas BPJS tanpa mengikuti prosedur? Atau Anda pernah melihat sendiri pasien yang mau pakai fasilitas BPJS tetapi langsung masuk ke rumah sakit rujukan via IGD (Instalasi Gawat Darurat)?

Melihat fenomena diatas sudah barang tentu mereka yang ingin menikmati fasilitas BPJS dengan cara yang mudah, yakni dengan mengakali system yang sudah dirancang sedemikian rupa oleh BPJS. Intinya memang ingin mendapatkan fasilitas dengan cara yang mudah.

System BPJS itu dibuat berjenjang, artinya setiap peserta yang ingin mendapatkan fasilitas pelayanan harus masuk dulu ke Faskes PPK Tingkat 1. Biasanya PPK 1 ini berupa puskesmas, dokter praktek pribadi,ataupun klinik kesehatan. Tindakan yang diberikan adalah pemeriksaan dan pengobatan tahap awal dan juga tindakan pencegahan. Jika penyakit yang diderita peserta tidak mampu ditangani oleh tim medis di PPK 1 maka oleh pihak PPK 1 akan diberikan rujukan ke PPK Lanjutan dalam hal ini rumah sakit. Biasanya rumah sakitnya pun berjenjang mulai dari RS Tipe D, C, B, A, hingga RS Rujukan Pusat.

Jika penyakit yang diderita peserta BPJS sudah dalam tahap kategori darurat maka pasien bisa langsung masuk ke RS melalui jalur IGD (Instalasi Gawat Darurat). Masuknya peserta BPJS melalui IGD ini bisa dilakukan tanpa harus dibekali surat rujukan dari PPK Tingkat 1 karena kasusnya adalah darurat dan mengancam jiwa pasien. Aturan inilah yang dijadikan celah para peserta BPJS untuk dapat perawatan di RS tanpa memperhatikan kondisinya darurat atau tidak. Fenomena yang terjadi dilapangan banyak tindakan atau kebiasan pasien yang dilakukan demi mendapat akses masuk IGD dan perawatan, misalnya pura-pura sakit parah, negosiasi dengan orang dalam RS, dan lain sebagainya.

Menanggapi hal itu pihak BPJS telah mengeluarkan aturan baru yakni Peraturan BPJS Kesehatan No 1 Tahun 2018 tentang Penilaian Kegawatdaruratan dan Prosedur Penggantian Biaya Pelayanan Gawat Darurat. Peraturannya bisa dilihat disini. Dengan adanya aturan ini jelas telah menutup celah penggunaan pintu UGD sebagai jalan pintas mendapatkan fasilitas kesehatan BPJS.

Kabar baiknya adalah dengan adanya peraturan baru dari BPJS yang mulai berlaku tgl 1 Mei 2018 ini maka setiap peserta BPJS yang ingin tetap menikmati pelayanan RS tanpa harus melalui rujukan adalah dengan memiliki asuransi swasta tambahan dari Allianz. Salah satu produk yang bisa disandingkan dengan BPJS adalah Tapro dengan tambahan rider Hospital dan Surgical Care Plus (HS Care+). Fitur produk ini mirip dengan BPJS yakni dengan benefit fasilitas kesehatan dengan system kartu rawat inap. Untuk detail benefitnya bisa dibaca disini.

Peserta BPJS yang memiliki kartu HS Care+ bisa menggunakan fasilitas dari Allianz ini pada saat membutuhkan rawat inap di RS. Rumah sakit rekanan Allianz bisa dilihat disini. Untuk rawat jalannya bisa menggunakan kartu BPJS sehingga bisa saling melengkapi tanpa harus berpura-pura sakit parah dan masuk IGD. Ingat IGD adalah untuk pasien yang sudah sakit darurat dan membutuhkan penanganan segera di RS. Maka bijaksanalah dalam menggunakan fasilitas kesehatan yang Anda miliki.

Jika Anda berminat memiliki produk HS Care+ dari Allianz silahkan Bpk/Ibu bisa kontak dibawah ini :

Nama : Asep Suryadi

No HP/WA : 0856 7163 133/0813 1861 6490

Email : kangasep06@gmail.com

 

 

 

3 Langkah Jitu Hijrah dari Karyawan Menjadi Agen Asuransi

gambar karyawanSetiap orang pasti mengenal dan mengalami siklus hidup manusia. Bermula dari saat manusia itu lahir, beranjak menjadi anak-anak lalu kemudian dewasa. Setelah dewasa manusia akan merasakan pengalaman bekerja, memiliki penghasilan, menikah, punya keturunan, mengalami masa pensiun dan akhirnya tua. Setiap orang di dunia ini rata-rata akan mengalami siklus hidup itu.

Dari sisi financial siklus hidup manusia dibagi 2 periode, yakni Periode Tidak Berpenghasilan yakni kisaran usia 0 hingga rata-rata 20 tahun dan 60 sampai 80 tahun. 20 tahun pertama orang hidup dengan orang tua atau keluarganya, sekolah hingga lulus kuliah. Untuk yang 60 tahun terakhir adalah masa dimana manusia memasuki masa pension dan sebagian besar tidak produktif. Fase kedua adalah Periode Memiliki Penghasilan. Fase ini berkisar antara usia 20 tahun hingga 60 tahun. Kurang lebih 40 tahun manusia memiliki masa produktif untuk menghasilkan, berkeluarga, mengumpulkan harta dan lain sebagainya.

siklus-hidup-manusia

Sumber gambar : https://nugrohoahadi.wordpress.com/2016/10/21/asuransi-jiwa-keinginan-atau-kebutuhan/

Pada masa usia produktif inilah orang biasanya bekerja untuk memperoleh penghasilan. Di Indonesia sebagian besar masyarakat usia produktif bekerja dengan cara menjadi pegawai di perusahaan orang lain. Entah itu perusahaan pribadi, BUMN, PNS, PMA, baik skala kecil maupun besar. Semuanya berlomba-lomba untuk memperoleh penghasilan dan berkarier. Tapi tahukan Anda bahwa karakteristik seorang pekerja itu sebagian besar harus memfokuskan sebagian besar waktunya untuk bekerja. Saya akan rincikan karakteristik seorang pekerja, yakni :

  1. Waktu bekerja tidak fleksibel. Pekerja harus mengikuti aturan jam kerja selama 8 jam sehari atau 40 jam seminggu menurut aturan Depnaker. Pekerja harus merelakan waktu berangkat pagi pulang petang hingga malam untuk datang ke kantor dan bekerja.
  2. Penghasilan seorang karyawan dilevel mana saja terbatas. Artinya perusahaan akan memberikan gaji baik berupa cash maupun tunjangan lainnya sesuai dengan aturan dan kapabilitas karyawan yang bersangkutan.
  3. Job description yang diberikan kepada seorang karyawan biasanya lebih banyak dibandingkan kemampuannya. Disitu karyawan diberi kesempatan untuk belajar dan menggali ilmu tentang pekerjaan yang diberikan tetapi ilmu yang diserap biasanya tidak banyak. Untuk mengembangkan karier biasanya perlu pelatihan diluar jam kerja yang membutuhkan biaya tidak sedikit.
  4. Kenaikan jabatan untuk seorang karyawan biasanya ditentukan oleh jam terbang karyawan tersebut, sehingga untuk meraih posisi puncak butuh waktu yang sangat lama. Bahkan jika perusahaan hanya mengandalkan karyawan referensi maka akan sulit bagi karyawan yang diseleksi tanpa referensi orang dalam untuk mengembangkan karier di perusahaan tersebut.

Dari 4 karakter diatas ternyata berbanding terbalik dengan pekerjaan sebagai seorang agen asuransi. Agen asuransi bermitra dengan perusahaan asuransi dimana dia terdaftar. Salah satunya adalah agen asuransi di ASN Allianz. Kami bermitra dengan perusahaan Allianz yang notabene sudah berpengalaman lama untuk memberikan proteksi baik jiwa, kesehatan, maupun umum. Saat menjadi agen asuransi disinilah karakteristiknya akan berbeda.

  1. Waktu bekerja bisa diatur. Anda tidak harus datang ke kantor setiap hari atau sesuai jam kerja. Waktu bekerja kita adalah 24 jam dan bisa diatur sesuai kebutuhan.
  2. Penghasilan seorang agen asuransi tidak terbatas. Secara nominal bisa melebihi gaji seorang karyawan untuk tahap agen pemula. Hal itu disebabkan karena kerja seorang agen di ASN Allianz didukung oleh system bisnis yang sudah handal dan didesain mudah untuk dicapai oleh seorang agen asuransi. Walaupun agen ASN Allianz tidak memiliki gaji tetap yakni hanya berupa komisi, tetapi besarannya bisa lebih besar gaji karyawan.
  3. Job seorang agen asuransi di ASN Allianz hanya 2 yakni selling dan recruiting. Selling artinya menjual produk asuransi yang ada di Allianz sedangkan recruiting adalah merekrut agen baru untuk bisa seperti Anda dan berjualan.
  4. Kenaikan jabatan di bisnis ASN Allianz sangat mudah karena hanya dua tingkat yakni Business Executive (BE) dan Business Partner (BP). Saat anda sudah diposisi BP Anda adalah leader yang tugasnya merekrut agen baru.

Dari penjabaran diatas jadi seorang agen asuransi di ASN Allianz cukup mudah dan memiliki nilai lebih jika dibandingkan hanya sebagai seorang karyawan. Jika Anda saat ini adalah seorang karyawan dan Anda berniat untuk hijrah menjadi seorang Agen asuransi ambilah keputusan yang tepat dan jangan terburu-buru. Apalagi jika Anda adalah seorang pencari nafkah dan sudah berkeluarga. Ada 3 langkah jitu yang bisa jadi pilihan Anda untuk bergeser dari seorang karyawan menjadi seorang Agen asuransi. Berikut saya jelaskan

  1. Tahap Penetrasi

Pada tahap awal ini Anda usahakan mengenal berbagai jenis pilihan menjadi agen asuransi. Banyak pilihan perusahaan asuransi yang bisa anda ambil untuk menjadi kendaraan Anda hijrah dari seorang pekerja. Salah satunya adalah ASN Allianz. Kenali system bisnisnya apakah mudah untuk dijalankan oleh Anda, bagaimana kompensasi yang didapat, dan pelajari produk yang harus dijual. Pada saat Anda sudah memilih ASN Allianz, maka Anda saat itu daftarlah menjadi agennya, dapatkan lisensinya, pelajari system dan produk yang harus Anda jual. Usahakan pada tahap penetrasi ini Anda sudah bisa berproduksi dan menghasilkan penjualan. Untuk tahap penetrasi ini jangka waktunya setiap orang pasti berbeda, tapi lakukanlah kegiatan di tahap ini maksimal 1 tahun. Lebih cepat lebih bagus.

  1. Tahap Pengambilan Keputusan

Pada tahap ini Anda sudah mulai yakin bahwa menjadi seorang agen asuransi merupakan kendaraan yang tepat untuk hijrah. Ditahap ini kegiatan prospek Anda semakin rutin dan menjadi fokus perhatian terpenting Anda dalam berkarier selain bekerja. Memang pada tahap ini pekerjaan Anda di kantor akan sedikit terganggu tapi yakinlah bahwa pekerjaan di asuransi lebih menjanjikan dibanding di kantor.

Anda harus sudah dapat mengambil keputusan untuk memilih salah satu pekerjaan yang tepat. Jangan terlalu lama mengambil keputusan karena deadline pekerjaan Anda baik di kantor ataupun di asuransi akan semakin padat.

Penghasilan dari usaha Anda di asuransi harus sudah dapat membantu penghasilan utama Anda di kantor. Atur kondisi keuangan Anda dengan pola yang sesuai. Contoh pola yang bisa dipilih adalah 30-3-1-1. Artinya sisihkan 30% komisi yang didapat dari usaha menjadi agen untuk biaya operasional Anda di asuransi. Jangan habiskan semua untuk keperluan pribadi atau sebaliknya. Simpanlah dana cadangan sebesar minimal 3 kali lipat dari gaji bulanan Anda untuk menghidupi Anda dan keluarga saat sudah tidak bekerja di kantor dan menjadi agen asuransi. Jika Anda adalah mengguna kartu kredit, tutuplah kartu kredit Anda dan sisakan 1 saja dengan limit paling kecil saat hijrah menjadi agen asuransi. Kartu kredit ini bisa Anda gunakan untuk membayar biaya rutin bulanan Anda seperti tagihan telepon, air, listrik, ataupun belanja bulanan Anda. Jadi pada saat Anda membayar iuran rutin bulanan itu sudah sekaligus membayar tagihan kartu kredit Anda. Jika Anda sudah terlanjut memiliki hutang jangka panjang, seperti KPR, leasing kendaraan, KTA, ataupun arisan jangka panjang, maka disarankan ditutup dan usahakan hanya minimal 1 hutang saja atau jika perlu tanpa hutang jangka panjang. Hal itu bertujuan agar komisi dari agen asuransi tidak habis untuk membiayai hutang.

Usahakan pada tahap ini Anda sudah memilih 1 pekerjaan yakni agen asuransi dan melakukan overhandle pekerjaan di kantor dengan baik. Jangan kabur atau meninggalkan pekerjaan di kantor dengan tiba-tiba sehingga nama baik Anda menjadi kurang bagus. Dan terakhir adalah kantongi izin dari keluarga Anda saat memilih hijrah menjadi agen asuransi.

  1. Tahap Tinggal Landas

Pada tahap ini Anda sudah resmi menjadi agen asuransi dan fokus fulltime di industri ini. Biasanya untuk karyawan yang sudah lama bekerja di perusahaan akan mengalami stress kegiatan harian karena tidak terbiasa low session. Maka dari itu isilah hari-hari Anda dengan memperbanyak aktifitas agen mulai dari mengikuti training, meningkatkan kemampuan sales, kanvasing, maintenance nasabah lama yang sudah terbentuk. Minta mentoring kepada leader Anda untuk tetap jalankan bisnis asuransi. Selain itu Anda juga bisa sharing dengan agen yang sudah sukses ataupun tim agen untuk mengasah kemampuan Anda.

Dengan demikian saat Anda ingin hijrah dari seorang karyawan, Anda bisa lakukan tahap demi tahap diatas supaya Anda bisa lebih tenang dalam menghadapi kondisi peralihan dari pekerja menjadi seorang agen asuransi. Kondisi dan tahapan dari setiap orang berbeda-beda. Disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Jika Anda ingin berkonsultasi gratis mengenai cara hijrah dari karyawan menjadi agen asuransi, silahkan hubungi saya dengan kontak dibawah ini :

Nama : Asep Suryadi (Business Executive ASN Allianz)

HP/WA : 0856 7163 133

Email : kangasep06@gmail.com

 

Ini yang saya tawarkan…

Hallo… Salam Sejahtera untuk anda semua.. terima kasih telah mengunjungi Blog https://duniaproteksi.wordpress.com Ini yang ingin saya tawarkan kepada Anda melalui Blog ini …

Apakah anda sedang mencari asuransi? Jika ya, asuransi apa yang anda cari? Semoga informasi berikut ini dapat menjadi solusi atas kebutuhan asuransi anda.

 

No Asuransi yang Dicari Produk atau Cara yang Disarankan
1 Asuransi Jiwa Tapro Allisya Protection Plus
2 Asuransi Kesehatan Rawat Inap Cashless 1. Rider HSC+ pada Tapro Allisya Protection Plus2. Allisya Care

3. Maxi Violet

4. Smartmed Premier

3 Asuransi Penyakit Kritis 1. Rider CI+ pada Tapro Allisya Protection Plus2. Rider CI100 pada Tapro Allisya Protection Plus
4 Asuransi Kecelakaan dan Cacat Tetap 1. Rider ADDB pada Tapro Allisya Protection Plus2. Rider TPD pada Tapro Allisya Protection Plus

3. Personal Care

5 Santunan Harian Rawat Inap Rider Flexicare Family pada Tapro Allisya Protection Plus
6 Asuransi yang lengkap: Asuransi jiwa, rawat inap cashless, penyakit kritis, kecelakaan dan cacat tetap, santunan harian, dan bebas premi Tapro Allisya Protection Plus, tambahkan rider:1. HSC+

2. CI+ atau  CI100

3. ADDB

4. TPD

5. Flexicare Family

6. Payor benefit

7 Asuransi Rawa Jalan JKN-BPJS, atau siapkan dana darurat, atau Rider Rawat Jalan pada Produk Allisya Care, Maxi Violet, Smartmed Premier.
8 Asuransi Rawat Gigi JKN-BPJS, atau siapkan dana darurat, atau rider Rawat Gigi pada produk Allisya Care, Maxi Violet, Smartmed Premier.
9 Asuransi Melahirkan JK-BPJS , menabung, atau rider Melahirkan pada produk Allisya Care, Maxi Violet, Smartmed Premier.
10 Asuransi Pendidikan Bukan ranah asuransi. Sebaiknya investasi saja. Pada saat yang sama, orang tua punya asuransi jiwa.
11 Asuransi Pensiun Bukan ranah asuransi. Sebaiknya investasi saja.

Tabel Tes Medis 2017: Tanpa Tes Kesehatan hingga UP 2,5M

Terhitung mulai tanggal 18 September 2017, Allianz Life Indonesia menerapkan tabel tes medis baru untuk pengajuan asuransi jiwa individu. Dengan tabel baru ini, batas tanpa tes medis mengalami kenaikan dari sebelumnya 2M menjadi 2,5M untuk usia 18 sd 45 tahun.

taproKetentuan ini berlaku untuk calon nasabah yang sehat tanpa riwayat sakit, yang dinyatakan melalui jawaban pertanyaan di SPAJ (Surat Permohonan Asuransi Jiwa). Jika ada riwayat sakit, tetap ada kemungkinan diminta tes medis berapa pun UP yang diambilnya.

Kenaikan batasan non-medical test ini tentunya akan semakin memudahkan para nasabah maupun calon nasabah untuk memperoleh uang pertanggungan yang besar di Allianz. Aturan ini berlaku baik untuk produk syariah maupun konvensional, dan penghitungan UP untuk keduanya dipisah.

Selengkapnya tabel tes medis terbaru bisa dilihat di tabel di bawah:

Tabel Tes Medis untuk Dewasa (Usia 18-70 Tahun)

 

Tabel tes medis 2017 1

 

Tabel Tes Medis untuk Anak (Usia 0-17 Tahun)

Tabel tes medis anak

Keterangan dan Rincian Tipe Tes Medis

Tabel tes medis keterangan

Catatan

  • Ketentuan pada tabel di atas berlaku mulai 18 September 2017.
  • Karena sekarang UP penyakit kritis bisa lebih besar dari UP jiwa, maka penentuan tes medis dilihat berdasarkan total UP jiwa atau total UP penyakit kritis, mana yang lebih besar.
  • Total UP jiwa mencakup: Asuransi dasar/total Payor (mana yang lebih besar) + Term Life.
  • Total UP penyakit kritis mencakup: CI Plus + UP CI100 + CI Accelerated.
  • Status NM (Non-Medical) di hanya didasarkan pada uang pertanggungan dan usia, dan belum memperhitungkan kondisi kesehatan calon nasabah.
  • Calon nasabah yang memiliki riwayat sakit (misal: pernah rawat inap, pernah operasi, punya asam urat, punya riwayat diabetes, dll), ada kemungkinan dikenakan tes medis tanpa melihat usia dan besarnya uang pertanggungan, untuk mengetahui kondisi kesehatan terbaru.
  • Pemeriksaan kesehatan dilakukan di RS atau klinik yang bekerja sama dengan Allianz. Biaya pemeriksaan ditanggung Allianz, kecuali untuk pemulihan polis atau pengajuan ulang.
  • Calon peserta yang melakukan tes darah (Tipe B, C, D, E) diharuskan puasa minimal 10 jam sebelumnya (tidak makan apa pun kira-kira mulai pukul 10 malam), boleh minum air putih.
  • Uang pertanggungan dari polis-polis sebelumnya yang belum melewati masa 2 tahun dihitung dalam penentuan tes medis. Sedangkan jika telah melewati usia 2 tahun tidak dihitung lagi.